Dunia ini semakin kacau rupanya. Banyak hal yang semakin membuat orang bingung. Bahkan pada pribadinya sendiri. Sebenarnya tujuan hidup manusia itu apa?
Itu pertanyaan yang selalu dicari setiap manusia. Tentunya bukan semua manusia. Lantas manusia seperti apakah yang bertanya seperti itu.
Menurut saya manusia yang tidak mengenal dirinya yang sering bertanya demikian. Banyak manusia menikmati hidup dengan hura-hura, namun akhirnya ada yang mati karena bunuh diri. Namun banyak orang menderita yang tetap bertahan menikmati hidup apa adanya. Kenapa hal ini sering kita jumpai?
Hakekat kebahagiaan dan penderitaan itulah yang harus diluruskan. Jawaban setiap orang tentang kebahagiaan dan penderitaan menunjukkan sejauhmana mereka mengenali dirinya sendiri.
Dalam Al-Quran telah disebutkan bahwa Allah tidak menciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku (Allah). Selain itu Allah menurunkan manusia di bumi adalah untuk menjadi khalifah/pemimpin yang akan mengelola bumi umtuk kessejahteraan manusia sendiri.
Jadi dengan memahami inti dari dua terjemahan Al-Quran tadi sudah jelas bahwa hidup manusia itu untuk beribadah kepada Allah. Hakekat Ibadah bukan hanya ibadah mahdah seperti shalat, puasa, dsb. Namun menurut saya hal-hal kecil seperti bersyukur termasuk aplikasi dari ibadah.
Fenomena bunuh diri bukan hal asing lagi. Benarkah penderitaan dapat dibebaskan dengan kematian, lebih mudahnya dengan cara bunuh diri? Atau bunuh diri merupakan salah satu cara ektrim untuk eksis untuk menunjukkan ke "aku"an manusia. Karena memang berdeda cara bunuh diri saat ini dengan zaman dahulu. Dimana sekarang bunuh diri dilakukan di tempat-tempat umum seperti Pasar, Mall, pusat hiburan, hotel, dan masih banyak lagi. Dengan memahami tujuan hidup manusia, tentu akan memahami apa saja yang akan Tuhan berikan untuk mencapainya.
Tuhan menjanjikan surga dan neraka sebagai balasan untuk perbuatan manusia. Tuhan menciptakan siang dan malam yang masing-masing dilalui manusia untuk kegiatan yang berbeda. Tuhan juga menciptakan Kebahagiaan dan Penderitaan yang merupakan seni dalam hidup ini. Dibilang seni karena pengejawantahan bahagia dan derita tergantung persepsi masing-masing orang. Persepsi sendiri dipengaruhi oleh keyakinan, pengalaman dan prinsip masing-masing orang. Bagi saya suatu penderitaan bukan hal yang pantas disesalkan, bahkan dihilangkan. Namun penderitaan merupakan ujian Tuhan untuk mengatahui sejauhmana kesungguhan manusia beribadah kepada-Nya. Selain itu dengan penderitaan, manusia diharapakan menemukan pembelajaran tentang problem solving dari masalah. Sedangkan kebahagiaan adalah lawan dari penderitaan, yang menurut saya akan hadir saat kita bisa mengatasi penderitaan. Jadi jika Anda merasa hidup Anda sedang menderita, diputus pacar mungkin, banyak hutang atau bangkrut terkena efek krisis global, maka jangan sekali-kali berpikir untuk membebaskan diri melalui cara tolol yaitu bunuh diri.
Namun instropeksi diri dan sharing ke sahabat bisa menjadi jalan keluar. Mungkin Anda terlena dengan kebahagiaan dunia sehingga Tuhan menegur Anda melalui sedikit penderitaan. Kembalikan semua permasalahan kepada Allah, karena Allah adalah sebaik-baik pelindung dan pemberi pertolongan (Hasbunallah wani`ma wakil ni`ma maula wani`ma nahir)
Itu pertanyaan yang selalu dicari setiap manusia. Tentunya bukan semua manusia. Lantas manusia seperti apakah yang bertanya seperti itu.
Menurut saya manusia yang tidak mengenal dirinya yang sering bertanya demikian. Banyak manusia menikmati hidup dengan hura-hura, namun akhirnya ada yang mati karena bunuh diri. Namun banyak orang menderita yang tetap bertahan menikmati hidup apa adanya. Kenapa hal ini sering kita jumpai?
Hakekat kebahagiaan dan penderitaan itulah yang harus diluruskan. Jawaban setiap orang tentang kebahagiaan dan penderitaan menunjukkan sejauhmana mereka mengenali dirinya sendiri.
Dalam Al-Quran telah disebutkan bahwa Allah tidak menciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku (Allah). Selain itu Allah menurunkan manusia di bumi adalah untuk menjadi khalifah/pemimpin yang akan mengelola bumi umtuk kessejahteraan manusia sendiri.
Jadi dengan memahami inti dari dua terjemahan Al-Quran tadi sudah jelas bahwa hidup manusia itu untuk beribadah kepada Allah. Hakekat Ibadah bukan hanya ibadah mahdah seperti shalat, puasa, dsb. Namun menurut saya hal-hal kecil seperti bersyukur termasuk aplikasi dari ibadah.
Fenomena bunuh diri bukan hal asing lagi. Benarkah penderitaan dapat dibebaskan dengan kematian, lebih mudahnya dengan cara bunuh diri? Atau bunuh diri merupakan salah satu cara ektrim untuk eksis untuk menunjukkan ke "aku"an manusia. Karena memang berdeda cara bunuh diri saat ini dengan zaman dahulu. Dimana sekarang bunuh diri dilakukan di tempat-tempat umum seperti Pasar, Mall, pusat hiburan, hotel, dan masih banyak lagi. Dengan memahami tujuan hidup manusia, tentu akan memahami apa saja yang akan Tuhan berikan untuk mencapainya.
Tuhan menjanjikan surga dan neraka sebagai balasan untuk perbuatan manusia. Tuhan menciptakan siang dan malam yang masing-masing dilalui manusia untuk kegiatan yang berbeda. Tuhan juga menciptakan Kebahagiaan dan Penderitaan yang merupakan seni dalam hidup ini. Dibilang seni karena pengejawantahan bahagia dan derita tergantung persepsi masing-masing orang. Persepsi sendiri dipengaruhi oleh keyakinan, pengalaman dan prinsip masing-masing orang. Bagi saya suatu penderitaan bukan hal yang pantas disesalkan, bahkan dihilangkan. Namun penderitaan merupakan ujian Tuhan untuk mengatahui sejauhmana kesungguhan manusia beribadah kepada-Nya. Selain itu dengan penderitaan, manusia diharapakan menemukan pembelajaran tentang problem solving dari masalah. Sedangkan kebahagiaan adalah lawan dari penderitaan, yang menurut saya akan hadir saat kita bisa mengatasi penderitaan. Jadi jika Anda merasa hidup Anda sedang menderita, diputus pacar mungkin, banyak hutang atau bangkrut terkena efek krisis global, maka jangan sekali-kali berpikir untuk membebaskan diri melalui cara tolol yaitu bunuh diri.
Namun instropeksi diri dan sharing ke sahabat bisa menjadi jalan keluar. Mungkin Anda terlena dengan kebahagiaan dunia sehingga Tuhan menegur Anda melalui sedikit penderitaan. Kembalikan semua permasalahan kepada Allah, karena Allah adalah sebaik-baik pelindung dan pemberi pertolongan (Hasbunallah wani`ma wakil ni`ma maula wani`ma nahir)

Bingung De bacanya...Berat bgt tapi berisi
BalasHapus