Manusia lahir di dunia tidak bisa menentukan mengenai waktu, tempat, anak siapa dan bagaimana kondisi lingkungannya nanti.
Hingga kenyataan di dunia yang mendekati akhir zaman, banyak hal-hal pahit yang menyertai kehidupan. Konflik antar ras di berbagai Negara, krisis ekonomi global, peperangan di Negara islam, kelaparan di daerah-daerah terisolasi, penindasan kaum buruh di luar negeri dan masih banyak hal-hal yang tidak menyenangkan di dunia ini.
Pertambahan penduduk yang semakin cepat disertai kemajuan teknologi ternyata juga menimbulkan problematika kehidupan tersendiri. Bagaimana tidak, dengan meningkatnya jumlah penduduk sedangkan lapangan pekerjaan yang tersedia membutuhkan keahlian-keahlian tertentu, dan sumberdaya manusia yang banyak sekalipun hanya sedikit yang bisa memenuhi kualifikasi dari lowongan pekerjaan. Hal itu telah menyebabkan guncangan tersendiri bagi manusia-manusianya. Bagi orang yang tidak memiliki bekal agama yang kuat, bisa saja mereka menempuh jalan pintas untuk mencapai keinginannya.
Seperti dalam teori Charles Darwin tentang “The Survival of the Fites” bahwa manusia saling menjatuhkan manusia yang lain untuk mempertahankan hidupnya, nah fakta ini yang sekarang terjadi di tengah-tengah ketidakpastian nasib kebanyakan orang.
Hal ini berdampak pada meningkatnya kriminalitas dan pembebasan jiwa dengan cara bunuh diri.
Sebenarnya siapakah manusia itu? Yang kebanyakan kita tahu mereka hanyalah penyebab kekacauan di dunia ini. Anggapan itu tidak mutlak salah namun ada yang lebih perlu dipahami lagi. Manusia adalah makhluk paling mulia yang oleh Tuhan dikaruniai akal dan hati, yang dengan itu manusia bisa mengetahui mana yang baik dan buruk. Manusia juga memiliki nafsu yang terdiri nafsu amarah, lawammah dan muthmainah. Nah sifat ingkar dari manusia itu karena nafsu lawammahnya telah menguasai hati dan akalnya. Selain itu lingkungan juga sangat berpengaruh membentuk pola pikir manusia. Seperti anggapan bahwa bunuh diri merupakan jalan pembebasan jiwa dari penderitaan merupakan persepsi yang salah dari manusia. Tuhan memang menciptakan sesuatu yang berlawanan seperti ada siang dan malam, senang dan gembira, laki dan perempuan, karena memang itulah batasan dari setiap kondisi yang akan dilalui manusia. Dengan begitu manusia memiliki pilihan dalam hidup. Jika ingin selamat maka manusia harus mengikuti jalan Tuhan. Tuhan memang memberikan cobaan bagi manusia untuk meningkatkan keimanannya, bukan untuk membebani manusia.
Jadi hanya orang-orang yang belum beriman jika hanya karena masalah dunia yang fana ini membuat manusia membebaskan derita dengan bunuh diri.
